Rabu, 29 Desember 2010

Sebuah bom meledak di Thailand

IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -> Sebuah bom meledak di Thailand selatan Rabu, melukai tujuh orang, sehari setelah pemerintah mengakhiri peraturan darurat di bagian lain dari wilayah bergolak itu.

"Bom buatan, dengan 15 kilogram bahan peledak ini dikemas kedalam alat pemadam kebakaran dan diledakkan melalui telepon selular di depan kantor dinas jalan raya di provinsi Narathiwat," kata pihak berwenang.

Mereka mengatakan tiga pejabat pemerintah dan empat warga desa terluka dalam ledakan, yang menjebol atap mobil.

"Pada insiden lain di provinsi tetangga Yala, tersangka gerilyawan meledakkan bom pinggir jalan dan mencoba untuk menyergap petugas patroli keamanan, meskipun tidak ada yang terluka," kata polisi.

PM Abhisit Vejjajiva mengatakan, kerusuhan tidak mengubah rencana pemerintah mencabut peraturan pemerintahan darurat di pedalaman selatan yang berpenduduk mayoritas Muslim.

"Kami akan meninjau daerah demi daerah dan mengambil kesimpulan umum sebagai pertimbangan," katanya kepada wartawan di Bangkok, Rabu (29/12/2010).

Undang-undang darurat itu dibatalkan di distrik Mae Lan di Pattani, salah satu dari tiga provinsi dekat perbatasan Malaysia.

Abhisit mengatakan, ia yakin acara hitungan mundur pada detik-detik pergantian tahun di Bangkok akan berlangsung damai.

Senin, 20 Desember 2010

Musni Umar

Musni Umar, anggota Eminent Persons Group Indonesia-Malaysia, seusai menyampaikan presentasi di Kementerian Dalam Negeri Malaysia (16/12) di hadapan tim yang dipimpin Dato' Pirdaus.

Tim ini ditunjuk langsung oleh Datuk Hishammuddin, Menteri Dalam Negeri Malaysia. Menurut Musni, pihak Malaysia mendukung pembentukan Monitoring Center (MC) sebagai implementasi gagasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

MC ini, menurut Musni, penting agar bisa melakukan deteksi dini untuk mencegah terulangnya kasus penyiksaan terhadap TKI. Konsep ini disambut positif dan akan segera dilaporkan kepada Mendagri Malaysia dan Menteri Sumber Manusia Malaysia.

Karena ia merupakan solusi dan jalan keluar untuk melindungi tidak hanya TKI, tetapi juga majikan TKI yang dalam tahun ini. Dengan adanya MC, maka diharapkan terjadi harmonisasi hubungan TKI dan majikan, dan bisa dilakukan pencegahan secara dini terhadap berbagai kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan merugikan TKI dan majikan. Demikian catatan online Blogger Nekad tentang Musni Umar.

Sabtu, 18 Desember 2010

Saan Mustofa

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Saan Mustofa menegaskan, partainya mendukung peningkatan jumlah sumbangan pengusaha ke partai politik untuk dana kampanye dari Rp 4 miliar menjadi Rp 7 miliar.

Partai Demokrat sepakat asalkan prosedurnya diperketat. "Untuk menghindari money laundring dan pengusaha hitam, maka transparansi dan akuntabilitas menjadi penting. Kita harus tahu pengusahanya siapa. Pengusaha yang menyumbang harus jelas asal-usulnya. Kita lihat motivasinya nyumbang apa, apakah penguatan partai, penguatan demokrasi, atau motivasi lain. Itu bisa dilihat dari awal," ungkapnya di Hotel Twin Plaza, Sabtu (18/12/2010).

Menurutnya, partai tentu akan mempertimbangkan dan tidak serta-merta menerima sumbangan dari sembarang perusahaan. Demokrat sendiri, lanjutnya, menerima bantuan dana dari pengusaha dengan motivasi yang jelas.

Selama ini, bantuan bukan untuk melakukan money laundring dan motivasinya jelas, yaitu dalam rangka penguatan partai. Namun, partai pun harus bisa mempertanggungjawabkannya kemudian.

"Kita akan diaudit oleh akuntan publik. Setahun sekali disampaikan ke publik," tambah Muslim, anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Demokrat. Demikian catatan online Blogger Nekad tentang Saan Mustofa.

Sabtu, 04 Desember 2010

Brian Thomas Hages

Brian Thomas Hages (60), seorang wisatawan asal Australia yang diduga menembak seorang pemandu wisata I Wayan Roy Prabawa (23), hingga saat ini belum ditahan petugas.

Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Ida Bagus Putra ketika dihubungi di Semarapura, Bali, Sabtu (4/12/2010) membenarkan bahwa pihaknya tidak melakukan penahanan terhadap orang asing tersangka pelaku penembakan itu. "Tersangka pelaku sudah kami periksa, namun kami tidak dilakukan penahanan karena dia dalam kondisi sakit," ujar Bagus Putra.

"Selain dalam kondisi sakit, tersangka Hages juga sudah tergolong berusia lanjut," sambung Bagus Putra.

Ditanya kemungkinan tersangka melarikan diri, Bagus Putra menyebutkan bahwa pihaknya telah mendapat jaminan dari pengacara Hages bahwa kliennya tidak akan melarikan diri. "Pengacara Hages juga menyatakan kesiapannya untuk menghadirkan kliennya bila sewaktu-waktu diminta datang ke kantor polisi," ucapnya.

Bagus mengatakan, wisatawan kelahiran Perth, Australia yang telah melakukan aksi penembakan terhadap korban Prabawa, tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatanya secara hukum. "Kami akan secepatnya melanjutkan pemberkasan atas kasus itu," ujar Kasat Reskrim.

Tersangka Hages yang adalah pemilik penginapan Main Sky Garden, Desa Jungut Batu, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, telah melakukan penembakan terhadap pemandu wisata lokal, Roy Prabawa.

Penembakan dilakukan dengan senapan angin hingga melukai bagian lutut kanan korban sedalam tiga cm. Penembakan terjadi setelah korban asal Banjar Kanginan, Desa Jungut Batu itu, terlibat cekcok mulut dengan tersangka saat minum-minum dengan tamunya pada Kamis (2/12/2010) malam lalu.

Berawal dari cekcok mulut, kata Bagus Putra, kemudian berakhir dengan aksi penembakan menggunakan senapan angin oleh Hages kepada korban Prabawa. Pelaku melakukan itu setelah merasa tersinggung dengan ocehan korban di penginapan dan restoran miliknya. "Yang jelas akibat main tembak itu, sempat membuat warga Jungut Batu marah," kata Bagus Putra.

Warga sempat mendatangi penginapan milik Hages untuk mencari pelaku penembakan. "Untung saja warga dan rekan-rekan korban yang datang berhasil diredam oleh petugas dan tokoh masyarakat setempat," ucapnya.

Prabawa yang sempat mendapat perawatan akibat luka berlubang di bagian lututnya, kini kesehatannya disebutkan telah mulai pulih kembali. Demikian catatan online Blogger Nekad tentang Brian Thomas Hages.
 
 
Copyright © 2013 Blogger Nekad All Rights Reserved Animal World